Makalah Metodologi Studi Islam


Dewasa ini kehadiran agama semangkin dituntut agar ikut terlibat secara aktif didalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidah boleh hanya sekadar lambang kesalehan atau terhenti sekedar disampaikan didalam khutbah, melainkan secara konsepsional harus menunjukan cara-cara yang palinh efektip dalam memecahakan masalah.

Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan tiologisnormatif dilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan secara operasional konseptual dan dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.

Berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami agama, yaitu pendekatan tiologis normatif, antropologis, sosiologis, pesikologis, historis, kebudayaan, dan pendekatan pilosopis. Adapun yang dengan pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam satu bidang ilmu yang selanjutnya dugunakan dalam memahami agama. Dalam hubungan ini Jalaluddin Rahmat mengatakan bahwa agama dapat diteliti dengan menggunakan paradigma. Realitas agama keagamaan yang diungkapkan mempunyai nilai kebenaran sesuai dengan kerangka paradigmanya. Kerana itu, tidak ada persoalan apakah penelitian agama itu penelitian sosial, penelitian legalistik, atau penelitian pilosopis.