Client Centered Theory sering pula dikenal sebagai
teori nondirektif dimana tokoh utamanya adalah Carl Rogers. Rogers adalah
seorang empirisme yang mendasarkan teori-teorinya pada data mentah, ia percaya
pentingnya pengamatan subyektif, ia percaya bahwa pemikiran yang teliti dan
validasi penelitian diperlukan untuk menolak kecurangan diri (self-deception).
Yang mana Rogerian tidak hanya berisi
pertanyaanpertanyaan teori tentang kepribadian dan psikoterapi, tetapi juga
suatu pendekatan, suatu orientasi atau pandangan tentang kehidupan. Rogers
membangun teorinya ini berdasarkan penelitian dan observasi langsung terhadap
peristiwa-peristiwa nyata, dimana pada akhirnya. ia memandang bahwa manusia
pada hakekatnya adalah baik.
Tujuan Tujuan pemberian layanan bimbingan ialah agar individu dapat :
- Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier serta kehidupannya pada masa yang akan datang.
- Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.
- Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan kerjanya dan,
- Mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, ataupun lingkungan kerja.
Secara khusus layanan bimbingan konseling di sekolah bertujuan agar anak dapat:
- Memahami dirinya dengan baik, yaitu mengenal segala kelebihan dan kelemahan yang dimiliki berkenaan dengan bakat minat, sikap, perasaan dan kemampuannya.
- Memahami lingkungan dengan baik.
- Membuat pilihan dan keputusan dengan bijaksana.
- Mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

