Makalah Gerhana Matahari Total (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)


Gerhana matahari sejak dahulu merupakan misteri bagi manusia. Sebuah fenomena yang sepanjang sejarah ditunjukkan dalam berbagai ekspresi ketakutan, kekaguman, pemujaan, hingga keingintahuan. Dari mitos, legenda, hingga catatan akademik, setiap pera daban dan zaman memiliki reaksi yang berbeda dalam menghadapi gerhana matahari.

Meski demikian, dapat dikatakan seluruhnya memiliki pendapat yang sama bahwa itu merupakan fenomena semesta yang istimewa. Gerhana menarik perhatian manusia sejak masa lampau. Sejati nya merupakan spesies yang berpikir dan ingin tahu, manusia memandang gerhana sebagai peristiwa yang harus dicari tahu penyebab dan maknanya.

Pemikiran manusia dalam menginterpretasikan gerhana mengikuti norma religi, kepercayaan, dan komunitas di masa ia berada. Seringkali, interpretasi itu menjadi awal dari mitos gerhana matahari. Harus diakui memang, dalam banyak mitos di seluruh dunia gerhana seringkali diasosiasikan peringatan akan munculnya musibah.

Pandangan ini juga terjadi di masa Kekaisaran Tiongkok Kuno, pada dinasti apapun. Posisi astronom kekaisaran merupakan jabatan dengan prestise yang sangat tinggi, dan bertugas menganalisis pergerakan benda-benda langit (antariksa) untuk menentukan berbagai macam hal, dari masa tanam dan panen, hingga harihari baik untuk mengadakan upacara ritual.

Gerhana matahari umumnya dianggap sebagai peringatan akan ancaman bahaya, dan pihak kekaisaran biasanya mengadakan upacara ritual persembahan untuk menenangkan amarah para dewa. Kegagalan memprediksi gerhana matahari merupakan kejahatan berat dengan ancaman hukuman mati.

Masyarakat Yunani Kuno juga demikian. Gerhana matahari juga merupakan peringatan bencana. Matahari yang dianggap sebagai simbol dan panduan untuk sesuatu yang stabil, cerah, dan kekal, seketika menjadi gelap dan menghilang.