A. Latar Belakang
Dokumentasi adalah segala sesuatu yang ditulis atau
dicetak yang dapat dipercaya sebagai bukti kewenangan individu dan dapat di
bukti secara hukum. (Edelstein 1990).
Dengan proses keperawatan, rasa tanggung jawab dan
tanggung gugat bagi perawat itu dapat dimiliki dan dapat digunakan dalam
tindakan-tindakan yang merugikan atau menghindari tindakan yang legal. Semua
tatanan perawatan kesehatan secara hukum perlu mencatat observasi keperawatan,
perawatan yang diberikan, dan respons pasien.
Antara profesionalisme keperawatan dengan
dokumentasi proses keperawatan saling terkait. Tuntutan masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan sangatlah penting. Tuntutan profesi adalah dokumentasi
keperawatan yang bertanggung jawab, baik dari aspek etik maupun aspek hukum.
loading...
Dalam pelaksanaan dokumentasi keperawatan,
perawat memerlukan suatu standar dokumentasi sebagai petunjuk dan arah terhadap
teknik pencatatan yang sistematis dan mudah diterapkan. Oleh karena itu standar
pembuatan dokumentasi harus dipahami dengan benar oleh tenaga keperawatan dan
tenaga kesehatan professional lainnya. Siapa saja yang membutuhkan catatan
keperawatan yang akurat dan informasi yang bermanfaat, mempunyai hak terhadap
dokumentasi tersebut sesuai dengan standart yang berlaku. Proyek NIC yang
dibentuk pada tahun 1992 oleh peneliti di universitas lowa adalah bahasa yang
berstandardisasi tentang penatalaksanaan keperawatan yang di prakarsai oleh
perawat dan dokter. Sistem klasifikasi ini mewakili praktik keperawatan umum
dan spesialis, serta menetapkan intervensi yang digunakan oleh semua perawat
tanpa memperhatika latar belakang tempat ia bekerja ( Lowa Intervention
Project, 1993 ). Intervensi disusun ke dalam kelompok-kelompok menggunakan
taksonomi tiga tahap. Tahap pertama, terdiri dari enam domain yang mencakup
kebutuhan fisiologis dasar untuk masalah sistem kesehatan.
Dulu, seorang perawat harus menuliskannya
dalam sebuah format intervensi keperawatan, namun sekarang setelah mengalami
banyak perubahan, hadirlah sebuah panduan baru yaitu intervensi keperawatan
NIC-NOC, yang dalam penggunaannya saat ini telah banyak memberikan manfaat dan
kemudahan dalam sebuah rumah sakit.
Tentunya hal ini juga penting bagi
mahasiswa/i keperawatan, karena pentingnya untuk mengikuti perkembangan dan
kemajuan teknologi yang secara terus menerus khususnya dalam dunia keperawatan,
sehingga calon-calon perawat tersebut nantinya tidak hanya diterima oleh rumah
sakit di Indonesia namun juga di luar negri.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk
memahami tentang dokumentasi keperawatan pada asuhan keperawatan pasien dengan
gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada klien diabetes militus.
2. Tujuan Khusus
Tujuan kami mengangkat topik pendekatan
model dokumentasi keperawatan adalah untuk memberikan sedikit pemahaman tentang
bagaimana model dokumentasi keperawatan. Selain itu dengan mempelajari model
dokumentasi keperawatan dapat menjamin tumbuhnya pandangan, sikap, dan cara
berpikir profesional pada setiap pemberian asuhan keperawatan. Membantu
mahasiswa dalam proses pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat belajar ataupun
membandingkan antara teori dan praktik. Merupakan sumber data pendidikan dan
pengajaran karena berisi kronologis asuhan keperawatan dan merupakan referensi
riset.
3. Manfaat Penulisan
Selain memiliki tujuan-tujuan, penulis pun
menginginkan adanya manfaat-manfaat yang di dapatkan para pembaca melalui
makalah ini. Manfaat-manfaat tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu manfaat
akademis dan manfaat praktis.
1. Manfaat Akademis
Melalui makalah ini penulis berharap agar para pembaca dapat menambah
ilmu dan wawasan mengenai Dokumentasi Keperawatan. Demikian pula bagi penulis,
makalah ini bermanfaat untuk dapat meningkatkan keterampilan dan menyajikan
materi secara jelas dan sistematis.
2. Manfaat Praktis
Selain memiliki manfaat secara akademis,
penulisan makalah ini juga memiliki manfaat yang bersifat praktis bagi pembaca
dan penulis. Para pembaca dapat lebih mengerti dan memahami Dokumentasi
Keperawatan. Sedangkan bagi penulis,
akan memperoleh kepuasan intelektual.
B. TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dokumentasi Keperawatan
Dokumentasi keperawatan adalah suatu
catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dari segala macam tuntutan,
yang berisi data lengkap, nyata dan tercatat bukan hanya tentang tingkat
kesakitan dari pasien, tetapi juga jenis / tipe, kualitas dan kuantitas
pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan pasien.
Dokumentasi keperawatan adalah metode
sistematis untuk mengidenfikasi masih klien, merencanakan, menimplementasi
strategi pemecahan masalah mengevaluasi efektifitas dari tindakan keperawatan
yang telah diberikan. (Kozier dan ERB).
loading...
Aspek komunikasi, dokumentasi keperawatan
dan standar dokumentasi merupakan tiga aspek penting dalam pendokumentasian.
Perawat harus memahami aspek tersebut dalam mendokumentasikan asuhan
keperawatan demi upaya meningkatkan kualitas pendokumentasian keperawatan.
1. Komunikasi
Komunikasi yang efektif memungkinkan
perawat untuk mengkomunikasikan kepada rekan sejawat atau tenaga kesehatan
lainnya tentang apa yang sudah, sedang dan yang akan dilakukan.
2. Dokumentasi keperawatan
Dokumentasi yang dimaksud meliputi
pengkajian,perumusan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Proses
keperawatan merupakan metode yang tepat dan memberi kontribusi yang positif
bagi pasien jika dilaksanakan dengan baik dan benar.
3. Standar dokumentasi
Standar dokumentasi merupakan standar yang
dibuat untuk mengukur kualitas dan kuantitas dokumentasi keperawatan. Standar
ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pedoman praktik dalam memberikan tindakan
keperawatan.
Klasifikasi intervensi keperawatan ( The
Nursing Interventions Classification, NIC
) mengategorisasikan aktivitas keperawatan dengan menggunakan bahasa
yang baku. “ prioritas intervensi ” merupakan intervensi yang berdasarkan
penelitian yang dikembangkan oleh tim the lowa intervention project sebagai
pilihan perawatan untuk suatu diagnosis keperawatan tertentu (NIC, 1996).
Prioritas intervensi merupakan intervensi yang paling terlihat untuk
memengaruhi keputusan masalah, tetapi hal ini tidak berarti bahwa intervensi
tersebut merupakan satu-satunya intervensi yang harus digunakan beragam
intervensi harus selalu dipertimbangkan. Pada terminology NIC “intervensi”
luas, label kategori yang umum. Label-label kategori ini dikaitkan dengan label
diagnosis NANDA, melalui sebuah proses yang sistematis dan dilakukan
berdasarkan keputusan dari para ahli praktik serta penelitian keperawatan.
Tujuan dokumentasi tahap perencanaan:
- Sebagai kerangka kerja dalam implementasi keperawatan
- Merupakan inti dokumentasi keperawatan yang berorientasi pada masalah
- Sebagai referensi dalam melkukan modifikasi rencana keperawatan
- Sarana komunikasi tim keperawatan dalam pendelegasian tugas/instruksi keperawatan
- Sebagai landasan ilmiahyang logis dan sistimatis dalam mengerjakan asuhan keperawatan kepada pasien.
- Agar semua rencan tindakan dapat dipilih disesuaikan kondisi klien sehingga efektif.
B. Manfaat dan Pentingnya Dokumentasi Keperawatan
Dokumentasi keperawatan mempunyai makna
yang penting bila dilihat dari berbagai aspek :
1. Hukum
Semua catatan informasi tentang klien
merupakan dokumentasi resmi dan bernilai hukum, Bila terjadi suatu masalah
(minconduct) yang berhubungan dengan profesi keperawatan, dimana perawat
sebagai pemberi jasa dan klien sebagai pengguna jasa, maka dokumentasi
diperlukan sewaktu-waktu, Dokumentasi tersebut dapat dipergunakan sebagai
barang bukti di pengadilan, Oleh karena itu, data-data harus diidentifikasi
secara lengkap, jelas, obyektif dan ditandatangani oleh tenaga kesehatan
(perawat), tanggal dan perlunya dihindari adanya penulisan yang dapat
menimbulkan interprestasi yang salah.
2. Jaminan Mutu (Kualitas Pelayanan )
Pencatatan data klien yang lengkap dan
akurat, akan memberikemudahan bagi perawat dalam membantu menyelesaikan masalah
klien dan untuk mengetahui sejauh mana masalah klien dapat teratasi dan
seberapa jauh masalah baru dapat diidentifikasi dan dimonitor melalui catatan
yang akurat, Hal ini akan membantu meningkatkan mutu pelayanan keparawatan.
3. Komunikasi
Dokumentasi keadaan klien merupakan alat
“perekam” terhadap masalah yang berkaitan dengan klien, Perawat atau tenaga
kesehatan lain akan bisa melihat catatan yang ada sebagai alat komunikasi yang
dijadikan pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan.
4. Keuangan
Dokumentasi dapat bernilai keuangan, Semua
tindakan keperawatan yang belum, sedang dan telah diberikan dicatat dengan
lengkap yang dapat dipergunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya
keperawatan bagi klien.
5. Pendidikan
Dokumentasi keperawatan mempunyai nilai
pendidikan ,karena isinya menyangkut kronologis dari kegiatan asuhan
keperawatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pembelajaran
bagi siswa atau profesi keperawatan.
6. Penelitian
Dokumentasi keperawatan mempunyai nilai
penelitian. Data yang terdapat didalamnya mengandung informasi yang dapat
dijadikan sebagai bagian atau obyek riset dan pengembangan profesi keperawatan.
7. Akreditasi
Melalui dokumentasi keperawatan akan dapat
dilihat sejauh mana peran dan fungsi perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan kepada klien. Dengan demikian akan dapat diambil kesimpulan tingkat
keberhasilan pemberian asuhan keperawatan yang diberikan, guna pembinaan dan
pengembangan lebih lanjut. Hal ini selain bermanfaat bagi peningkatan mutu
sendiri, juga bagi individu perawat dalam mencapi tingkat kepangkatan yang
lebih tinggi.
C. Proses Keperawatan Terkait dengan (NANDA-I-NIC-NOC)
NIC merupakan klasifikasi intervensi
keperawatan yang dibuat untuk menyeragamkan bahasa intervensi yang dilakukan
oleh perawat.
NIC edisi ke empat terdiri dari 514
intervention dan edisi ke lima (2008) terdiri dari 542 aktifitas (mempunyai
sekitar 12000 aktifitas) (Bulechek, Butcher, & Dochterman, 2008).
Berikut ini adalah keuntungan yang di dapat dari NIC :
1. Dibuatnya bahasa umum untuk mengomunikasikan dan mengklarifikasi
aktivitas keperawatan akan meningkatkan usaha untuk mengimplementasikan sistem
informasi keperawatan yang terkompeterisasi.
2. Bahasa yang umum untuk intervensi meningkatkan perbandingan dan evaluasi
asuhan keperawatan di lingkungan yang berbeda.
3. Taksonomi merupakan struktur yang udah dikode untuk mempermudah
pengumpulan data.
4. Struktur NIC meliputi sebuah kelas yang disebut Manajemen Sistem
Kesehatan yang mengidentifikasi intervensi yang berhubungan dengan pemberian
perawatan, seperti konferensi perawatan multidisiplin, catatan instruksi,
aktivitas perbaikan mutu dan tanggug jawab pembimbing. Meskipun aktivitas ini
tidak dilakukan di dekat pasien dan menghabiskan banyak waktu keperawatan.
Mengidentifikasi aktivitas perawatan tidak langsung akan membantu membuat
keputusan yang lebih akurat tentang biaya dan memberi gambaran yang lebih
lengkap tentang tanggung jawab keperawatan ( Lowa Intervention Project, 1993 ).
Selanjutnya dengan berkembangnya sistem
informasi keperawatan terkompeterisasi ke arah yang lebih terintegrasi, perawat
harus mampu menjelaskan masalah, intervensi, dan hasil pasien yang dicapai dari
asuhan keperawatan. Menggunakan bahasa yang umum untuk menjelaskan intervensi
keperawatan merupakan satu langkah maju untuk mencapai tujuan tersebut. Pembaca
dianjurkan untuk merujuk ke referensi dan pustaka tambahan pada akhir bab ini
untuk mendapat lebih banyak mengenai proyek NIC.
Domain of NIC (Bulechek, Butcher, & Dochterman, 2008)
- Basic physiological
- Complex physiological
- Behavior
- Safety
- Family
- Health system
- Community
Komponen NIC, setiap NIC terdiri dari
- Label
- Definisi
- Aktifitas
Cara menggunakan NIC adalah dengan memilih
aktifitas yang tepat untuk mencapai outcome yang diharapkan.
D. Tips Pencatatan
Pendokumentasiaan perawatan psikososial
tidak perlu terlalu panjang atau menguras tenaga. Jost (1995) memberi saran
untuk mengenali dan mendokumentasikan intervensi psikososial :
1. Masukkan pernyataan singkat tentang tema utama percakapan misalnya “
pasien mendiskusikan perasaan frustasinya berhubungan dengan panjangnya lama
rawat “. Masukkan kutipan langsung dari pasien jika hal tersebut dapat
menjernihkan kekhawatiran pasien. Tidak penting untuk mencatat seluruh
percakapan.
2. Catat petunjuk nonverbal dan perilaku pasien yang menonjol seperti
meremas-remas tangan, mengepalkan telapak tangan, ekpresi wajah yang khawatir,
sering menarik napas dalam, bolak-balik dan gelisah.
3. Gunakan pernyataan obyektif untuk menggambarkan perilaku pasien. Hindari
menarik kesimpulan atau memberi label terhadap perilaku pasien berdasarkan perasaan
pribadi. Misalnya jangan mencatat perilakunya yang spesifik, seperti menangis
atau menarik diri dari sentuhan
4. Nyatakan dengan singkat metode intervensi dengan menggunakan kata-kata
deskriptif seperti “ mendengarkan dengan penuh perhatian “ atau “ memberi
penguatan terhadap keterampilan koping yang tepat “
5. Dokumentasikan respons pasien yang sifatnya segera terhadap intervensi,
ingat bahwa respons tersebut tidak berubah dalam emosi atau perilaku, tetapi
sudah cukup bahwa pasien mampu mengungkapkan perasaannya.
Mencatat intervensi psikososial memberi
kesempatan pada perawat untuk mengomunikasikan informasi berharga mengenai
pasien dan untuk memperhintungkan waktu serta upaya yang dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan pasien yang beraneka ragam.
Kesimpulan
1. Dokumentasi intervensi adalah Dokumentasi
intervensi merupakan catatan tentang tindakan yang diberikan oleh perawat.
Dokumentasi intervensi mencatat pelaksanaan rencana perawatan, pemenuhan
kriteria hasil dari tindakan dari tindakan perawatan mandiri, dan tindakan
kolaboratif.
2. Tujuan dari intervensi keperawatan
adalah memberikan tindakan perawatan berdasarkan respon klien terhadap masalah
kesehatannya,dan mencegah masalah baru yang akan timbul. Perencanaan dan
tindakan keperawatan adalah tahap dalam proses keperwatan berdasarkan masalah
aktual dari klien.
3. NIC (Nursing Intervention Classification
) adalah suatu daftar lis intervensi diagnosa keperawatan yang menyeluruh dan
dikelompokkan berdasarkan label yang mengurai pada aktifitas.
4. NOC (Nursing Outcome Classification)
adalah proses memberitahukan status klien setelah dilakukan intervensi
keperawatan.
Saran
Dalam pembuatan makalah ini penulis
menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan baik dari penulisan maupun
isinya. Oleh karena itu, penulis berharap kepada dosen pembimbing maupun
teman-teman agar bisa memberikan kritik maupun saran yang membangun. Sehingga
penulis dapat membuat makalah yang lebih baik untuk selanjutnya.
Ingin Melihat dalam bentuk PDF tentang Makalah ini bisa klik disini....
loading...
Disini ada E-Book tentang Dokumentasi Keperawatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dibahas secara lengkap dan bisa dijadikan literatur dalam penyusunan Makalah Dekumentasi Keperawatan.
loading...
